Senin, 19 Januari 2015

Regenerasi Menjadi Parameter

Regenerasi Menjadi Parameter
Ibrahim Zane

          Regenerasi  diibaratkan seperti sebuah pohon bambu yang setiap saat, waktu, masa serta setiap zaman akan berubah dan tak bisa dipungkiri muncullah pohon bambu yang baru, maka hal tersebut terjadi pula dalam tubuh organisasi kita ini, dari tahun ke tahun harus terjadi sebuah regenerasi yang baru, karena regenerasi merupakan sebuah hal yang lumrah serta hal yang wajib terjadi dalam sebuah organisasi ataupun dalam tubuh parlemen manapun yang ada diseluruh dunia, terjadinya regenerasi yang baru adalah sebuah pertanda bahwa manusia memiliki perkembangan dalam segi pengetahuan, atituted, serta pola berfikir dan pola penyelesaian masalah yang dihadapi.

Dalam proses regenerasi ini ada hal-hal yang harus menjadikan sebuah parameter untuk orang memegang kendali pada saat itu, parameter yang dimaksudkan adalah tentu parameter yang bagaimana kemudian jikalau parameter ini dapat terpenuhi maka sejahteralah warga yang ada di dalam tubuh organisasi tersebut.
Maka dari itu, orang yang memiliki peran yang vital dalam tubuh tersebut harus kuat dalam berfikir, harus ulet dalam mengajak serta harus tekun dalam menegur dan harus tegas dalam mengambil sebuah keputusan agar beberapa item tersebut dapat berkolaborasi dengan baik maka sasaran secara umumnya akan dapat tercapai dengan sendirinya yaitu kekompakkan untuk menuju sebuah komitmen yang tak akan tergoyahkan oleh apapun.
Maka mahu tidak mahu, senang tidak senang siap tidak siap manusia diajarkan untuk menjadi dewasa lebih awal daripada waktu yang telah mutlak ditentukan maka jangan jadikan sebuah masalah tersebut sebagai sebuah beban akan tetapi anggaplah masalah tersebut sebagai sebuah proses pendewasaan dalam menghadapi sebuah kerasnya hidup dalam hidup, jangan pernah menjadi boneka-bineka yang bernyawa akan tetapi tidak memiliki roh, jadilah boneka-boneka senantiasa kuat agar mampu membelokkan arah organisasi ini dari yang buruk menjadi lebih baik, setidaknya itulah parameter kecil yang harus menjadi prioritaskan dan kita tempuh dengan jalan apapun, terinpirasilah dari kata pepatah soekarno”Jalan Setanpun Akan Aku Lalui Demi Kemerdekaan Dan Kesejahteraan Indonesia”.
Mengacu pada kata pepatah tersebut maka semua orang harus bercermin dengan sebaik-baik mungkin dan secerdas-cerdas mungkin agar apa yang diharapkan dapat tercapai dengan begitu mudahnya, karena jalan yang terjalpun akan halal ditempuh demi satu kata komitmen demi tercapainya sebuah tujuan bersama, maka yakin dan percaya organisasipun akan berada di atas awang-awang.
Berbicara mengenai proses regenerasi maka alam pemikiran kita dibayang-bayangi oleh generasi-generasi muda yang memiliki pemikiran lebih konstruktif dibandingkan pendahulunya karena berbicara masalah generasi muda maka kita berbicara masalah keingintahuannya, maka dengan hal tersebut generasi muda memiliki segudang ide, pemikiran yang dapat merubah segala yang dirasakan salah.

Harapanpun tertumpu pada pundak-pundak muda kalian, maka berbuatlah sebagaimana mesti apa yang kalian harus lakuakan utnuk membenarkan bahwa memang kalian para generasi muda dapat diandalkan bukan hanya di dalam lingkungan yang kecil(organisasi) akan tetapi dapat diandalakan dalam lingkungan yang lebih luas lagi yaitu dalam masyarakat

by Ibrahim Zane https://www.facebook.com/iebe.mapeks?ref=ts&fref=ts
rekomendasi find this www.kajiansastra.blogspot.com

Selayang Pandang

FOKMAS (Forum Komunikasi Mahasiswa Saompu) - Makassar didirikan di makassar tanggal 02 Oktober 2010, telah melakukan 4 kali pergantian kepengurusan sampai periode yang sementara berlanjut.
  saompumakassar.blogspot.com
Fokmas-Makassar terdiri dari 4 daerah yakni Kojadoi, Kaburea, Pemana, dan Gunung Sari yang dikemas dalam bingkai keakraban merah, hitam, biru, dan putih.
"mai to po'assa"adalah motto kami yang artinya adalah "kebersamaan".
saompumakassar.blogspot.com